Jumat, 27 September 2013

Themis dan Justitia

Dalam legenda Yunani kuno terdapat kisah tentang Dewi Themis tentang keadilan yang coba dihadirkan manusia sebagai sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Themis dalam mitologi Yunani adalah salah seorang Titan wanita yang memiliki hubungan dekat dengan Zeus. Ia memiliki Anak Horae dan Astraea dari Zeus. Ia juga ada di Delos untuk menyaksikan kelahiran Apollo. Themis berarti Hukum alam. Ia adalah tubuh dari aturan, hukum, dan adat.
Saat ia diacuhkan Zeus, Nemesis menyatakan bahwa Themis sangat marah. Tapi Themis tidaklah seperti itu. Titan berpipi indah ini malah jadi yang pertama menawarkan cangkir pada Hera saat ia kembali ke Olympus.Themis adalah salah satu dewi yang memiliki kaitan dengan Oracle Delphi karena ia turut membangunnya. Ia menerimanya dari ibunya, Gaia dan memberikannya pada Phoebe.
Banyak penganut Neo-Pagan terutama Helenistic NeoPagan menganggap Themis adalah dewi kebajikan dan keadilan. Banyak sekte modern menganggap Themis berperan dalam menentukan kehidupan setelah mati. Ia membawa seperangkat timbangan yang digunakan untuk menimbang kebaikan dan keburukan seseorang. Themis juga memberikan masukan terakhir sebelum nasib sang jiwa tersebut ditentukan oleh Hades.
Pengikut Pagan biasanya berdo’a, membakar minyak dan kemenyan, makanan, atau menumpahkan minuman sebagai persembahan pada Themis. Mereka menganggap Themis menjanjikan kesehatan, kesenangan, kejantanan, dan kharisma bagi para pengikutnya. Themis biasanya disembah oleh para pria.



Kalau menurut mitologi Romawi, dewi keadilan itu namanya Lady Justice (Iustitia, atau cukup “Justice”) adalah personifikasi dari dorongan moral yang bernaung di bawah sistem hukum. Sejak era Renaissance, Justitia telah kerapkali digambarkan sebagai wanita yang bertelanjang dada, membawa sebuah pedang dan timbangan, serta terkadang mengenakan tutup mata. Ikonografinya yang lebih modern, yang banyak menghiasi ruang persidangan, merupakan paduan dari Dewi Fortuna Romawi yang mengenakan tutup mata dengan Dewi Tyche Yunani Helleinistik (masa penjajahan Aleksander Agung).
Justitia secara pararel merupakan Themis, pernyataan dari adanya sebuah aturan, hukum, dan kebiasaan, dalam aspeknya sebagai personifikasi dari kebenaran mutlak dari hukum. Bagaimanapun, hubungan mitologikal keduanya tidaklah langsung. Yang membawa timbangan biasanya adalah putri Themis, Dike.
Gambaran Justitia yang paling umum adalah timbangan yang menggantung dari tangan kiri, dimana ia mengukur pembelaan dan perlawanan dalam sebuah kasus. Dan kerapkali, ia digambarkan membawa pedang bermata dua yang menyimbolkan kekuatan Pertimbangan dan Keadilan. Kemudian, ia juga digambarkan mengenakan tutup mata. Ini dimaksudkan untuk mengindikasikan bahwa keadilan harus diberikan secara objektif tanpa pandang bulu, blind justice & blind equality. Yang menarik, tutup mata ini baru ‘dikenakannya’ setelah abad ke-15, saat tutup mata tampaknya menjadi ‘trend di kalangan dewi’. Koin kuno Roma berhias gambar Justitia memegang pedang dan timbangan, tetapi matanya tidak tertutup. “Lady Justice” atau “Lord Justice” juga merupakan gelar bagi hakim pengadilan banding di Inggris dan Wales.

Kamis, 26 September 2013

SATIRE SUAMI-ISTRI

SATIRE SUAMI-ISTRI



Selalu saja dia memuji :  Istriku adalah wanita paling cantik di dunia, ia selalu nampak menggairahkan sekalipun tidurnya mendengkur........
Istriku tidak pernah marah bila aku terlambat pulang, senyumnya selalu tersungging melihatku berantakan seperti habis lari marathon,ketika turun dari mobil.
Dia istri yang sempurna, ditanganya tempe disulap menjadi steak yang sangat lezat.
Desahnya semalam membuat aku tak bisa berhenti merindukannya.....aahhh istriku....


Selalu saja dia memuji : Suamiku perkasa tiada tara, bahagia aku memilikinya sekalipun menangkap tikus ia tak bisa......
Suamiku ramah tak pernah marah, sekalipun ku ambil semua uang di dompetnya hingga tak tersisa.
Suamiku santun dan bersahaja, ia diam saja ketika kucakar-cakar wajahnya karena dia kepergok masuk ke rumah perawan centil tetangga samping.
Pelukanya sehangat mentari pagi,.... membuatku tak henti memikirkannya.....aaahhh suamiku

Kami pasangan paling bahagia.... selalu bersama dan seia sekata....tapi anak-anak berujar : papa, mama jangan ribut melulu !

Ari Lasso - Lirih | Official Lyric Video

Rabu, 28 Agustus 2013

Anugerah Hidup

Inilah ibu dan anak yang kompak melakukan pameran lukisan berdua. bagaikan kuas dan kanvas, mereka saling melengkapi. Dewi Candraningrum dan Ivan Ufuq Isfahan,memamerkan banyak lukisan mereka di Balai Soedjatmoko, Solo, pada  26-31 Agustus 2013.Sebagai remaja pengidap Autis AD-HD dan menuntut ilmu di sekolah khusus, prestasi Ivan cukup membanggakan. Kendati baru menempati bangku TK B dan bisa membaca pada usia 11 tahun, ia melukis bagai seorang profesional. Tak kalah hebatnya adalah sang bunda yang seorang single parent, mampu membimbing dan mengarahkan bakat putra tunggalnya.

 Kesuksesan itu tidak bisa diraih, bila masing - masing berjalan sendiri. Walaupun kekuasaan orang tua lebih besar dan mampu mengalahkan kehendak anak. Tidak akan ada sepakat jika masing-masing saling menutup diri, enggan berkomunikasi dan tidak jujur.Bahagia diraih bersama sebagai hadiah dari kebersamaan. Lelahnya menjadi seorang ibu yang dianugerahi anak istimewa terbayarkan dengan rasa damai dan bahagia. mahal memang dan tak bisa diukur dengan uang. jangan tanyakan banyaknya air mata yang telah menetes ketika putus asa. sudah tidak berguna.

 Berfikir positif dan berkarya sebaik mungkin lebih dahsyat hasilnya daripada merenungi nasib. Tuhan tidak menciptakan kita sama, sekalipun kita lahir dari rahim yang sama. Jadi hiduplah bahagia dengan apapun yang telah Tuhan berikan. Bersyukur setiap hari atas berkat yang diterima, niscaya hidup kita lebih indah karena kita menerima hidup dengan ikhlas dan hidup menjelma menjadi anugerah yang luar biasa indahnya seindah kolaborasi Dewi Candraningrum dan Ivan Ufuq Isfahan.

Jumat, 16 Agustus 2013

Didikan Belanda

Pernah melihat anak umur 9 tahun ditampar oleh ibunya ?.... dia meringis kesakitan memegangi dua pipinya. airmatanya menetes. Dia tidak membalas.ibunya makin beringas, diambilnya sapu ijuk dan gagangnya di ayunkan menuju anak itu, ia menjerit, memegangi kakinya. "ampun, mama.....ampun mama....." sambil terisak,airmatanya  makin deras menetes. Ibunya meninggalkannya, ia merintih.... lebamnya belum hilang. salah apa anak itu ?

Ini model didikan belanda, katanya. dulu akupun di perlakukan seperti itu. setiap kali tak mau tidur siang,kata sang ibu. terbukti bikin anak kapok dan tidak berani melawan.setiap selesai makan siang dan menyiapkan buku pelajaran, harus tidur siang. sore nanti setelah jam 4, harus mandi dan mengerjakan pe er, baru boleh nonton tivi, kalo laper biar mbok minah yang menyiapkan pisang goreng dan teh hangat sebagai kudapan. semua berjalan teratur hingga lulus sekolah lanjutan atas.

Lepas belenggu ketika manjadi mahasiswa. tidak ada aturan tidur siang dan mengerjakan pe er, karena papi dan mami tidak pernah mengontrol pe er. yang penting IPK tidak boleh melorot dari angka 3. lagi pula, mereka tak tahu apa aku  membuat tugas atau membolos kuliah, dosen pun tak peduli, demikian ibunya berkisah.

Haruskah anak umur sembilan tahun ini menanggung derita hingga usianya 17 ? dipukuli,ditampar, jika tidak tidur siang ?. disiplin,katanya. Bukannya di dzolimi ? ahhh..... lebam pipi itu mau seberapa tebal kalau ditampar tiap hari ? gampanglah mencari obat penghilang lebam, di apotik pun tersedia banyak, tapi jiwa yang terkoyak karena perilaku kasar ini apa obatnya ? kemana harus mnghilangkannya ?, lazimnya cerita pun akan menurun bak warisan, atas nama didikan belanda dan disiplin.

Aaaaahh.........Ironi

Minggu, 28 Juli 2013

klinik kecantikan

Ini abad narsis, semua orang ingin selalu eksis.Apapun dihalalkan untuk tetap berada di posisi puncak. Supaya dihargai lebih dimata masyarakat, manusia berlomba-lomba memperbaiki tampilan diri. Ikut kursus etiket, memperbaiki kepribadian, mengikuti tren mode (meskipun tubuhnya tak memadai menjajal semua model pakaian - pede aja lagee),berburu gadget seri terakhir dan yang paling laris : ketok magic badan.Sudah bukan dominasi kaum hawa tapi juga kaum adam mulai memperhatikan penampilan. dari merubah warna kulit, perawatan badan, hingga merubah bentuk fisik : bentuk mata,warna bibir, bentuk hidung,bahkan tulang rahang dan pipi.... owh pastinya menyakitkan ketika perubahan fisik itu dilakukan. ada tahapan adaptasi,dan pantangan supaya perubahan fisik bisa sukses seperti yang diharapkan. Jika tidak,aaahhh...... ramai-ramai salahkan dokternya,dengan tuduhan malpraktek,lalu minta ganti rugi.Seorang individu bisa mengubah jati diri dan mengaburkan masa lalu dengan usaha seperti ini.Serta-merta dia bisa masuk ke kalangan sosialita dengan percaya diri setelah mengeluarkan puluhan juta rupiah untuk perbaikan penampilan.Semuanya dikembalikan kepada masing-masing individu,usaha perbaikan diri bukanlah sesuatu yang haram apalagi dosa.Namun apabila tujuannya adalah untuk meraih keuntungan yang lebih besar dari sekedar terlihat cantik,berhati-hatilah karena Sang pencipta juga tidak akan ridho, dan itu masuk dalam episode baru : Dholim.
Apakah tidak lebih baik kita memantaskan akhlak dan merawat apa yang diberikan Tuhan atas diri kita ketimbang merekonstruksi semua pemberiannya?. Sesuatu yang  buatan memiliki masa kadaluarsa, tapi sesuatu yang merupakan pemberian Ilahi akan lekat selamanya.Segala tanda fisik pada tubuh kita memiliki makna dan simbol yang diberikan Tuhan untuk menjadi bekal hidup kita, percayalah tidak ada yang diciptakan sia-sia oleh Nya, namun dengan keangkuhan manusia berkah Tuhan akan menjadi binasa dan percuma.
Cantik lahir batin adalah sebuah kesempurnaan yang memerlukan keberimbangan. Berguna bagi sesama adalah makna hidup manusia.

RINDU

Rindu ada dimana ?

Ia bersembunyi diantara relung kalbu,

Menghindari kejujuran,

Berdesakan,

Berlarian,

Menjauh dari kenyataan